Posted by Admin Pertanian On November - 12 - 2020 Under berita 0 Comment

Jakarta (Unas) – Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Nasional (Unas) raih juara 3 dalam Lomba Kreasi Olah Pangan (LKOP) tingkat nasional tahun 2020. Ialah Maria Levina, Nadira Al Fitri, dan Septi Nurriyani.

LKOP merupakan kompetisi tahunan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Agribisnis Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang diperingati pada tanggal 16 Oktober. Kegiatan ini mengusung tema ‘Peran Pemuda dalam Mewujudkan Ekonomi Kreatif Melalui Diversifikasi Pangan Lokal’.

Dihubungi oleh Humas Unas, Maria Levina mengatakan, dalam perlombaan ini tim mahasiswa Unas tergabung dalam kelompok ngopi_lah dan membuat produk olahan kopi yakni avocado bean coffee.

“Kami membuat kopi yang unik untuk dilombakan di kegiatan ini. Kami menilai trend konsumsi kopi sedang meningkat di masyarakat, sementara kopi sendiri juga digemari oleh semua kalangan termasuk kaum milenial,” ujar Maria. Perempuan berusia 20 tahun itu menambahkan, produk tersebut juga dibuat dengan menggunakan biji alpukat sebagai bahan baku kreasi olah pangan. Ia menilai biji alpukat biasanya belum bisa dimanfaatkan dengan baik.

“Biji alpukat sangat terbuang dan belum banyak dimanfaatkan dengan baik, rata-rata orang hanya pakai daging buahnya saja. Jadi di kesempatan ini kami ingin coba kreasi olah pangan dengan memanfaatkan limbah alpukat tersebut menjadi avocado bean coffee,” katanya.

Dalam waktu yang sama, Nadira Al Fitri selaku partner tim juga mengatakan, selama pembuatan avocado bean coffee ini tidak ada yang spesifik dalam pemilihan bahan. Namun, kunci dari pembuatannya ialah pada proses penyangraian.

“Yang pasti proses penyangraian saat pemasakan harus benar-benar kering. Jika biji kurang kering maka kopi akan berbau dan sedikit tidak nyaman saat diminum. Pada proses penghalusan pun juga harus diperhatikan agar tidak ada biji yang menggumpal,” jelas mahasiswi angkatan 2019 itu.

Menurut Nadira, selain sedang trend di kalangan milenial, produk olahan ini juga memiliki beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan yakni menjaga daya tahan tubuh, mengatasi sembelit, meredakan peradagangan, serta aman untuk penderita maag.

Di sisi lain, Septi Nurriyani menerangkan, proses seleksi perlombaan ini dilakukan dengan presentasi tim secara virtual. Sementara itu, penilaian oleh juri dilakukan dengan mengirimkan produk olahan ke panitia UNTIRTA.

Ia melanjutkan, melalui perlombaan ini, tim mahasiswa Unas mendapatkan sertifikat juara, serta uang pembinaan. “Semoga melalui lomba ini, kedepannya mahasiswa pertanian dapat lebih kreatif guna melahirkan ide untuk meningkatkan diversifikasi pangan lokal, serta lebih menghargai limbah pangan dan menjadikan hal yang terbuang menjadi ide yang cemerlang,” tutup perempuan yang hobi membaca buku itu.

Lomba ini berlangsung secara virtual pada 28 Oktober 2020. Sementara itu, tim mahasiswa Unas turut dibimbing oleh dosen Fakultas Pertanian Unas, Ir. Etty Hesthiati, M.Si.

  • UCAPAN-SELAMAT-UNTUK-TIM-FAPERTA-MASUK-10-BESAR-LKOP-TINGKAT-NASIONAL-2020-1