Posted by Admin . On June - 25 - 2012 Under berita 0 Comment

faperta_pelatihan

Taman, berdasarkan pengertian Wikipedia merupakan yang dibuat oleh manusia sebagai tempat penyegar dalam dan luar ruangan. Perencanaan awal dalam pembuatan taman, dapat menggunakan berbagai media baik digambar atau didesain secara manual, atau menggunakan software yang sudah tersedia salah satunya adalah dengan Auto Cad seperti yang dicontohkan oleh Fakultas Ilmu Pertanian Unversitas Nasional.

Pengenalan software desain taman dengan menggunakan Auto Cad ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Pelatihan Pembuatan Taman bagi guru SMA/SMA Jakarta yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Nasional pada Selasa (19/6) di Ruang 205 Lantai 2, Pusat Laboratorium Terpadu Unas, Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan. Peserta yang hadir dalam acara tersebut adalah delegasi dari SMA/SMK di Jakarta, seperti SMA N 79 Setiabudi Jaksel, SMA 28 Oktober 1928, SMA N 109 Jakarta, dan SMA N 97 Jakarta.

“Dalam kegiatan ini kita coba berikan pelatihan dalam membuat taman instan, tapi sebelumnya perlu diawali dengan mendesain taman dengan software Auto Cad agar lebih mudah, jadi tinggal menempatkan komponen dan simbol – simbol taman sehingga dapat terlihat harmonis dan indah ketika direalisasikan kedalam bentuk taman sebenarnya,” papar Dekan Fakultas Pertanian Unas, Ir. Inkorena G.S. Sukartono, M. Agr, Selasa (19/6).

Selain memberikan pelatihan dengan mempraktekkan secara langsung software desain taman dengan Auto Cad, peserta pelatihan juga mendapatkan penjelasan tentang kegunaan dan peran taman instan. Diantaranya adalah sebagai media penghubung perasaan manusia dan alam, dan memperlembut suasana. “Jika dibanding dengan taman permanen, taman instan sendiri memiliki kelebihan yaitu mudah dan cepat dalam pembuatannya serta dapat dikerjakan sendiri. Uniknya, dalam taman instan ini tanaman bekas dapat dipelihara kembali,” imbuh Sukartono.

Namun demikian, dalam acara itu ditegaskan bahwa baik dalam pembuatan taman instan maupun taman permanen, dibutuhkan latihan dan keberanian dalam memadukan elemen – elemen taman agar dapat diletakkan secara harmonis dan menjadi titik pusat perhatian bagi pengguna taman tersebut.

Related posts: