Posted by Admin . On April - 24 - 2012 Under Artikel Ilmiah 3 Comments

(Gambar serangga Tomcat, sumber google)

Pemberitaan tentang penyebaran Tomcat yang sudah hampir mencapai seluruh kota di Pulau Jawa, membuat masyarakat bertanya-tanya. Mengapa populasi serangga sejenis kumbang tersebut bisa meningkat tajam.

Menurut Prof Dr Liana Bratasida, seorang staf ahli bidang lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan, peningkatan populasi Tomcat yang melebihi normal seperti saat ini, salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim yang ekstrim.

Perubahan iklim yang cukup ekstrim itu membuat jenis kumbang Paederus tersebut mengalami kesuburan populasi. Hampir sama kasusnya dengan yang terjadi pada populasi ulat bulu yang melonjak drastis sebelumnya.

Di setiap daerah sebenarnya keberadaan Tomcat sudah ada. Mereka hidup di persawahan dan area perkebunan, hingga petani sudah akrab dengan keberadaan serangga ini.

Haris Sutrisno, seorang ahli serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan serangga Tomcat sesungguhnya adalah sahabat para petani karena termasuk jenis Paederus yang berguna untuk mengusir hama seperti wereng. Wereng merupakan mangsa bagi serangga Tomcat. Haris mengatakan serangan yang dikatakan sebagai wabah Tomcat itu hanya merupakan tindakan mempertahankan diri dari ancaman musuh. Tomcat sebenarnya tidak bermusuhan dengan manusia. Jadi, mungkin ada kegiatan manusia yang mengganggu aktivitas Tomcat di sana.

Cara Pengobatan Jika Terkena racun tomcat

jangan khawatir untuk menghadapi tomcat, karena tomcat akan mengeluarkan racunnya hanya pada saat dia merasa terancam saja. jadi kalau ada tomcat yang hinggap di tubuh kalian caranya mudah sekali untuk melepasnya yaitu dengan mengempaskanya agar terlepas dari anda dan kalau tidak berhasil kita bisa gunakan kertas dan plastik untuk mengambilnya . Ingat ! mengambilnya pun harus cepat, jangan sampai racunya menetes mengenai kulit anda. Dan kalau anda sudah terlanjur kena racun tomcat dimohon di diamkan saja, jangan di garuk atau di sentuh-sentuh tetap berikan salep yang di berikan oleh puskesmas.

(Gambar Kulit yang terkena racun Tomcat)

awalnya hanya memerah namun dihari kedua bintik merah itu mengandung cairan, bila cairan itu pecah dan mengenaik daerah kulit yang lain kemungkinan besar akan menular ke kulit yang tidak terkena racun itu tergantung pada jenis kulit dan seberapa parah racun yang terkena.
rasa panas dan gatal adalah cobaan yang sangat berat, sudah banyak korbanya dan mereka pun mengeluhkan rasa yang sama.

Related posts:

3 Responses so far.

  1. Anonymous says:

    Nice Article.

  2. ace maxs says:

    terimakasih untuk postingannya..
    sebenarnya tomket itu sendiri selalu bera di tempat-tempat seperti apa?
    terimakasih 😉

  3. mobil datsun bandung says:

    terimakasih bu untuk postingannya 😉