Posted by Admin Pertanian On November - 18 - 2020 Under Artikel Ilmiah 0 Comment

Asmah Yani1), Yenisbar 1),  Karesia Agatha Pieter2)  dan Hamim Rudi R2)

  • Dosen Program Studi   Agroteknologi Fakultas   Pertanian Universitas  Nasional
  • Mahasiswa Program Studi   Agroteknologi Fakultas   Pertanian Universitas  Nasional

Korespondensi: asmahyani@yahoo.com

Abstrak

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari kecukupan ketersediaan, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Di Era Covid-19 yang mulai dicanangkan pada Maret 2020 yang lalu berdampak besar bagi masyarakat Indonesia karena untuk memutus rantai penularan Pemerintah mengeluarkan   kebijakan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini berdampak sekali pada pengadaan pangan keluarga, Salah satu solusinya adalah dengan pemanfaatan lahan terbatas di sekitar rumah untuk dijadikan lahan budidaya dalam memenuhi kebutuhan keluarga terutama untuk sayuran, rempah dan ikan, walau tidak banyak tapi bisa membantu.

Budidaya Kangkung Secara Aeroponik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya apa saja yang dapat dilakukan dilahan terbatas dan faktor-faktor penghambat dalam budidaya tanaman di lahan terbatas. Penelitian dilakukan di Bojong Gede dan Bekasi, serta secara daring dengan menyebar kuesioner ke responden di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil penelitian diperoleh bahwa pemanfaatan lahan terbatas bisa dilakukan untuk budidaya sayuran seperti cabai, kangkung, bayam, sawi  dan tanaman obat atau rempah seperti jahe, kunyit, kencur, temu lawak dan ikan yang dibudidaya dengan metode aeroponik dengan kombinasi ikan dan sayur kangkung atau sawi dengan media air menggunakan drum.

Faktor penghambat dalam budidaya di lahan terbatas ada faktor teknis dan sosial. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lahan terbatas sangat menguntungkan karena bermanfaat dalam memenuhi sebagian dari kebutuhan pangan, budidaya bisa dilakukan di pekarangan rumah, samping rumah, belakang rumah atau di rootop.

Keyword: Covid-19, pangan, lahan terbatas