Posted by Admin . On April - 24 - 2012 Under Artikel Ilmiah 4 Comments

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertanian Suswono menargetkan produk pertanian olahan Indonesia yang diperdagangkan pada 2014 porsinya naik menjadi 50 persen, dari saat ini hanya 20 persen.

Hal itu diungkapkan Suswono, saat membuka Agrinex Expo 2012 yang ke-6 di Jakarta Convention Center, Jakarta (30/3/2012).

Dia didampingi Rektor IPB Herry Suhardiyanto dan Ketua Panitia Rifda Ammarina. Suswono menyatakan, saat ini 80 persen produk pertanian Indonesia diperdagangkan dalam bentuk bahan mentah.

Ke depan, untuk peningkatan daya saing akan difokuskan pada produk berbasis sumber daya lokal berikut. Yakni produk yang dapat meningkatkan pemenuhan permintaan untuk konsumsi dalam negeri dan produk yang dapat mengurangi ketergantungan impor (substitusi impor).

Indikator keberhasilannya adalah besarnya pangsa pasar (market share) di pasar dalam negeri dan penurunan net import. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi pangan yang berlimpah.

Jenis komoditas pangan yang dihasilkan oleh sektor pertanian akan sangat tergantung dari pola konsumsi masyarakat. Pelaksanaan diversifikasi konsumsi pangan secara bertahap akan mengubah pola produksi pertanian di tingkat petani (diversifikasi produksi pertanian). “Petani akan memproduksi komoditas yang banyak dibutuhkan oleh konsumen dan yang memiliki harga cukup tinggi,” ujar Mentan.

Menurut Mentan, Kondisi ini akan membawa dampak pada peningkatan pendapatan petani. Mereka tidak lagi tergantung pada komoditas padi sebagai sumber pendapatan usahataninya, tetapi dapat mencoba tanaman lain yang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

Ini merupakan salah satu penerapan program pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, yaitu program diversifikasi, baik pangan maupun komoditi unggulan.

Sedangkan untuk target peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor, upaya yang dilakukan yaitu fokus pada dua hal. Yakni peningkatan kualitas dan jumlah olahan produk pertanian untuk mendukung peningkatan daya saing dan ekspor. Juga peningkatan jumlah olahan diukur dari rasio produk mentah dan olahan.

 

Sumber : kompas.com

Related posts:

4 Responses so far.

  1. ekafebrianti says:

    this is very good 🙂

    ekafebrianti.student.ipb.ac.id

  2. PDA Agar dot com says:

    Info seperti ini ini yang ditunggu, akan lebih baik lagi kalo ada info tentang tata cara pengolahan pangan yang bisa dijadikan sebagai inspirasi/ bahan untuk berwirausaha, sehngga keberadaan Fakultas pertanian bisa langsung dirasakan oleh masyarakat

  3. nurul says:

    peningkatan ekonomi pertanian memang suatu hal yang harus didukung.Inovasi dari produk produk hasil pertanian sangat membantu berkembangnya sektor pertanian di Indonesia. saya juga memiliki tulisan serupa mengenai ekonomi pertanian di Pusat Ekonomi Pertanian

  4. Hamonangan says:

    Artikel nya sangat menarik sekali dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan sejenis mengenai jurnal serupa yang bisa Anda kunjungi